 |
| cr: kyara via watchful21 edited by me |
Laporan syuting Ashita no Joe dan wawancara dengan Yamashita Tomohisa
Akhirnya, diumumkan!
Ashita no Joe
Rilis Februari 2011
Langsung dari lokasi syuting: laporan dan wawancara dengan Yamashita Tomohisa!
Yamashita Tomohisa memerankan tokoh utama, Yabuki Joe, di film yang-banyak-dibicarakan-ini, Ashita no Joe.
Syuting dimulai tahun ini, dari bulan Maret sampai Mei.
Kami mengunjungi lokasi syutingnya pada akhir April di daerah Kawasaki, jadi, bersama dengan laporan tentang proses syutingnya, kami juga mewawancara Yamashita saat syuting selesai!!
Part 1. Laporan Syuting
Joe dan Rikiishi, membentuk tubuhnya sampai maksimal.
Pembuatan Korakuen Hall sekitar tahun 40an saat era Showa yang luar biasa
Sebuah gymnasium tua dengan tempat duduk penonton yang terbuat dari kayu diletakkan di sekeliling ring tinju. Sekitar 500 orang berperan sebagai penonton, semuanya mengenakan pakaian dan bergaya rambut seperti di zaman Showa era 40an, dan juga menciptakan atmosfer Korakuen Hall di masa itu.
Di atas ring ada Yamashita Tomohisa, berperan sebagai Yabuki Joe, dan Iseya Yusuke, yang berperan sebagai Rikiishi Toru. Saat itu sedang direkam scene pertarungan puncak antara Joe dan Rikiishi. Di balik kulit yang tipis dan sedikitnya otot yang terlihat, tubuh mereka membentuk tubuh seorang petinju. Lebih banyak kehilangan berat badan dibanding Joe, Iseya menghadapi scene penuh perhitungan ini dengan tidak makan dan minum selama 4,5 hari.
Rikiishi mengayunkan sebuah upper cut ke wajah Joe, yang menjatuhkan kedua lengannya di sisi tubuh sesuai dengan strategi non-defensif-nya, tapi Joe berhasil menghindar dengan mengayunkan tubuh bagian atasnya. Rangkaian gerakan itu direkam berulang-ulang dari berbagai sisi. Saat istirahat, Sutradara Sori Fumihiko naik ke atas ring dan memberi petunjuk dengan banyak detail tentang ayunan pukulan Iseya dan gerakan menghindar Yamashita. Sang sutradara, yang mengawali karirnya lewat film Ping Pong, menciptakan suatu ekspresi yang terkesan novelis, dan sifatnya yang pilih-pilih tentang banyak hal, bisa dirasakan di mana pun.
Namun, atmosfer yang sesuai terasa di lokasi syuting. Selama rehat syuting, Yamashita melakukan push up di atas ring, sementara Iseya berkeliling ring dan bergaya seperti sedang memukul Joe. Ketika para penonton melihatnya, mereka memberi semangat, “Ayo Joe, semangat!” Rasanya memang seperti sedang berada di era Showa tahun 40an.
Part 2. Interview